BANYUASIN- TEROPONGSUMSEL.COM
Ironi dunia pendidikan kembali terjadi di Kabupaten Banyuasin. SMA Negeri 1 Muara Padang yang berlokasi di Desa Sumber Makmur tampak layaknya “pulau terisolir,” dikepung banjir luapan sungai karena tidak adanya tanggul penahan dan buruknya sistem drainase.(30/11/2025)
Pantauan di lapangan menunjukkan air menggenangi jalan utama hingga area depan sekolah. Siswa dan guru harus berjibaku melintasi banjir yang kadang mencapai mata kaki bahkan lutut. Motor-motor yang terparkir pun ikut terendam, menunjukkan betapa lamanya air bertahan tanpa solusi nyata dari pihak terkait.
Situasi ini bukan kejadian baru — setiap musim penghujan, sekolah ini selalu menjadi langganan banjir. Namun hingga kini, belum ada tindakan signifikan untuk mencegah kerusakan fasilitas pendidikan maupun hambatan proses belajar-mengajar.

Padahal, sekolah tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan Sumatera Selatan. Sayangnya, perhatian untuk memperbaiki infrastruktur sekolah di daerah pinggiran tampaknya masih jauh panggang dari api.
> “Kami hanya ingin akses yang layak ke sekolah. Belajar saja sudah susah, ditambah harus menantang banjir setiap hari,” keluh seorang siswa yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi memprihatinkan ini menjadi cermin kegagalan pemerintah dalam menjamin hak pendidikan yang aman dan manusiawi bagi generasi muda di wilayah pesisir sungai. Jika dibiarkan, bukan hanya kegiatan belajar terganggu, tetapi juga keselamatan ribuan putra-putri bangsa terancam setiap saat.
Masyarakat berharap pembangunan tanggul penangkis, peningkatan badan jalan, serta normalisasi aliran sungai segera diwujudkan. Karena pendidikan seharusnya menjadi prioritas, bukan korban dari ketidakpedulian.
Fitriyani